BOROBUDUR MAHAKARYA YANG MEMPESONA

Ketika beberapa waktu lalu 24 foto dalam Kontes Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia yang menang dan berangkat ke Wakatobi di umumkan, saya terhenyak, bagaimana tidak, 1 dari 24 foto tersebut membawa saya seolah-olah dejavu, merasa kembali berada disana. Dan sempat terbersit, kenapa saya tidak mengirimkan foto yang serupa ya ? tapi sudahlah, belum rejeki saya kali ini.

Image

Foto tersebut adalah Pesona Waisak, karya Satria Marsudi Nugraha. Saya terhenyak dan benar-benar merasa dejavu melihat foto tersebut, karena pada saat perayaan Waisak 2013 tersebut, saya juga berada disana, dan sempat juga membuat beberapa foto yang tentu saja materinya sama, Pesona Waisak. Itulah salah satu keunikan fotografi, diri kita bisa di wakilkan oleh sebuah foto yang kita hasilkan, i was here…

Ketika Perayaan Waisak 2013 lalu, saya dan beberapa teman pada waktu itu berangkat dari Malang – Jawa Timur, selepas Isya kami berangkat, pagi hari kami sudah di parkiran Candi Borobudur. Niat kuat dan semangat, selain sebagai penggemar fotografi, tentu saja kami ingin menyaksikan langsung pesona Waisak yang setiap tahunnya menjadi trending topic. Meski acara puncak di Candi Borobudur baru dimulai pada malam hari, namun sejak pagi umat Budha dari berbagai penjuru Nusantara bahkan luar negeri sudah berdatangan, tentu saja bercampur dengan orang-orang yang sekedar berwisata seperti kami dan juga banyak wisatawan mancanegara lainnya.

Terlepas adanya perayaan Waisak, Candi Borobudur yang telah menjadi warisan budaya dunia, memang spektakuler adanya, mempesona, bukan hanya dari segi arsitektur yang luar biasa megahnya, namun juga seluruh “tubuh” Borobudur menjadi rangkuman cerita peradaban Nusantara. Maka tak heran, dari segala penjuru dunia berlomba untuk datang ke borobudur.

Saya sendiri sudah 3 kali berkunjung kesini, dan disetiap kesempatan itu pula melihat betapa Borobudur semakin dicintai oleh siapapun. Tidak hanya ketika melihat wisatawan mancanegara yang dengan bangganya berfoto di Borobudur, juga ketika menemukan rombongan wisatawan mancanegara menggunakan kain batik untuk melilitkannya di sebagian badan mereka. Bangga dengan ide pengelola yang menyisipkan warisan dunia yang lainnya bagi siapa saja yang berkunjung.

Image

Saya pun kagum akan dedikasi petugas keamanan yang tetap setia berjaga di puncak Borobudur meski ditengah hujan yang lebat. Dan membuncah haru melihat sepasang kekasih pun dalam hujan yang lebat berfoto mesra di antara stupa-stupa.

Image

Keberadaan Candi Borobudur bukan hanya dinikmati oleh yang berkunjung saja, namun penduduk disekitarnya pun mendapat berkah. Selain berjualan souvenir, saya juga menemukan beberapa pemijit yang tengah memberikan jasa bagi pengunjung yang kelelahan. Sungguh memberi manfaat bagi siapapun.

Image

Terakhir, “Pesona Waisak” sungguh menginspirasi, menjelma menjadi konsep Kontes Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia itu sendiri, yang menceritakan tentang mengabadikan momen mahakarya buatan manusia (men-made masterpiece) sebagai puncak hasil kreatifitas manusia yang tetap berangkat dan berpijak dari tradisi / kearifan lokal Indonesia dan seluruh ciptaan Tuhan (God-made masterpiece) yaitu ‘mahakarya’ dengan keunikannya masing-masing yang masih bertahan, bahkan berkembang di era modern saat ini. Pesona Waisak, Borobudur Dahsyat !

Image

 


4 comments

  1. Keren…Sam!tetap smangat Sam Iqbal,lombanya msh belum berakhir dan 4 pemenang Trip belum di umumkan…:)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s