KARAPAN SAPI GEMBIRA

Minggu pagi, 31 Maret 2013, selepas shubuh, dengan cuaca yang masih sangat dingin, bersama rombongon kecil saya menuju Madura, di seberang Surabaya, dengan melintas Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura dengan bentangan 5.438 m. Sesampai di Madura, seperti melintas ruang dan waktu yang cukup signifikan, Madura begitu panas rasanya, beda dengan Malang yang tadi kami tinggalkan.

Tujuan kali ini ke Madura adalah Lapangan Karapan Sapi H. Moh Noer (Skep), yang terletak di Bangkalan, 15 menit setelah keluar dari gate sisi Madura Jembatan Suramadu. Ada perhelatan Karapan Sapi disana, dan ini memang khas nya Pulau Madura. Dan ini hari kedua acara yang di helat sejak 30 Maret kemarin.

Sebagai penggemar fotografi, terbayang betapa menariknya mendokumentasikan Karapan Sapi ini, dan ini kali pertama liputan bebas fotografi saya untuk Karapan Sapi. Selebihnya, selama ini hanya melihat dari foto-foto teman lainnya yang berhasil mendokumentasikannya. Ada kesan heroic, kecepatan, kemeriahan, dan  pelestarian budaya disini. Dan itu yang coba saya rekam dengan tangan saya sendiri, semangat itu yang melunturkan kesan panas ketika pertama menjejak kaki tadi.

krpins

Acara Karapan Sapi ini sungguh Karapan Sapi yang berbeda dari biasanya, acara ini di gagas oleh Komunitas Blogger Madura yang berkumpul di plat-m serta didukung penuh idblognetwork dan idbuzznetwork. Ada ide yang mereka usung pada karapan Sapi ini, ide yang mungkin bagi sebagian orang menabrak pakem yang selama ini mungkin dilakukan pada Karapan Sapi lainnya. Ide yang sangat berani saya rasa. Mereka menghelat Karapan Sapi 2013 Tanpa Kekerasan.

Seperti umum di ketahui, penghelatan Karapan Sapi sangat berpengaruh pada Kecepatan Sapi dalam berlomba dan kesigapan Joki yang mengendalikan Sapi tanpa tali pengaman. Untuk lebih memacu kecepatan dan mengendalikan Sapi dalam sebuah perlombaan Karapan Sapi, Joki pun biasanya di berikan sebuah tongkat pengarah dimana tongkat pengarah ini lah yang di pukul-pukul kan ke punggung sapi, tongkat ini pada ujungnya diberikan semacam paku, sehingga paku-paku itu lah yang menjadi pemicu sapi, punggung sapi pun lazim bercucuran darah akibat kerasnya joki memukul untuk sesegera mengejar garis finish dan menjadi pemenang.

Nah, paku dan darah tidak ditemui di Karapan Sapi kali ini. Disinilah bentuk “Tanpa Kekerasan” itu mereka usung. Tongkat/Pecut  joki hanya tongkat biasa, tanpa material lain yang dapat melukai sapi yang akan ikut berlomba di Karapan ini. Joki lebih berperan disini dalam memacu sapi nya, keahliannya dan kegesitannya dalam mengendalikan sapi selama perlombaan berlangsung sangat dibutuhkan, meski sebagian joki terlihat begitu muda usianya.

Di lain sisi, event kali ini bisa dinamakan Karapan Sapi Gembira, bagaimana tidak, Sapi benar-benar di beri “pelayanan” dengan berbagai elusan dan minum sebelum dan sesudah bertanding, Sapi disini tidak menjadi objek explorasi kecepatan semata, namun juga menjadi raja sehari di lapangan.

Meski tak ada pemacu yang melukai sapi-sapi tersebut, kemeriahan tetap terjaga, ratusan penonton memenuhi Lap Skep, dan kecepatan Sapi saling silih berganti melintas di arena balapan, dan tentu saja disambut tepuk tangan riuh penonton yang datang dari berbagai daerah.

krpins2

Akhirnya, acara yang di komandoi Komunitas Blogger Madura yang tergabung di plat-M.com dengan merangkul penggemar sapi, dan juga asosiasi karapan sapi di Madura khususnya di Bangkalan yang dikenal dengan Perkasa (Persatuan Karapan Sapi) sukses melaksanakan event Karapan Sapi yang memang saat ini telah menjadi 2 sistem yang berbeda (sesuai Intruksi Gubernur Jawa Timur 01 MEI 2012 Nomer 1 Tahun 2012).

Komunitas Blogger Madura, dengan event ini, berhasil menjejak mimpi awal mereka untuk mengangkat nilai budaya Madura dengan cara mereka, cara yang lebih manusiawi meski pada hewani, cara yang cemerlang untuk tetap membuat event wisata di Bangkalan meriah, heroic, dan menjadi salah satu tujuan wisata di masa depan. Semoga kedepan Karapan Sapi Tanpa Kekerasan tetap berlangsung secara rutin menjadi agenda tahunan dan mengalami pembenahan di beberapa sisi yang masih dianggap kurang. Sampai ketemu di event Karapan Sapi Gembira yang akan datang !

krp001

krp002

krp003

krp004

krp005

krp006

krp007

krp008

krp009


6 comments


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s