Ber-Bahasa Aceh lah !!!

"Berbahasa Aceh lah hai Dollah!!"

"Berbahasa Aceh lah hai Dollah!!"

Lagi menikmati malam, melepas lelah di sebuah cafe yang bernama KedaiIT, beberapa hari ini, jika malam menjelang, sering menghabiskan waktu di cafe yang berada di Jl. Bendungan Siguragura, Kota Malang, di sekitar ITN (institut Teknologi Nasional.

Selain kondisi cafe yang nyaman, dengan musik-musik yang mengalun indah, cafe ini juga menyediakan Free-WIFi (sebuah hal yang menjadi wajib bagi pengusaha cafe sekarang ini untuk menarik pengunjung). Bukan hanya itu. cafe ini juga menawarkan salah satu hal yang sulit dicari di Kota Malang. Kopi Aceh !!!.

Ya… jelas tertulis .. “SEDIA KUPIE ACEH – PAK CIK ABIN” di depan cafe ini. Meskipun setelah dicoba rasanya beda jauh dengan kopi-kopi di Aceh sana dan memang “Pak Cik Abin” ini pun bukan dari Aceh tapi dari Medan. Kehebohan kupie Aceh ditangkap dengan baik oleh pemilik cafe ini kurasa.

Dan, tak masalah lah, mungkin nanti akan ada perubahan akan rasa dan aroma pikir ku. Paling tidak, dengan begini, mulai muncul kekhasan Aceh di banyak tempat. Kalau Warung Padang ada dimana-mana, tidak salah rasanya berharap jika suatu saat, setiap perempatan jalan di kota manapun ada Warung kupie Aceh.

Oke…kembali ke asal….yang ingin saya tuliskan pada posting kali ini yang ringan-ringan saja yaa…terkait dengan bahasa Aceh…

Bahasa Aceh akan segera punah….hahhhhh….ya..inilah yang akan terjadi beberapa tahun lagi, indikasi kearah sana bisa kita lihat dewasa ini. Begitu banyak anak-anak Aceh yang tak lagi berbahasa Aceh, malu, dikucilkan, disebut bahasa planet. Bahkan sesama orang Aceh sendiri akan menertawakan temannya, jika berlogat Aceh. Semestinya kita bangga dengan logat tersebut…

Banyak yang beranggapan, mempelajari Bahasa Aceh sulit… “Bahasa Aceh lagee Bahasa Inggreh – laen ta baca laen ta tuleh” (Bahasa Aceh seperti bahasa Inggris, Lain dibaca lain pula di tulis). Entah siapa yang pertama mempopulerkan ungkapan ini, tapi menurut saya, anggapan ini tidak bisa diterima. Anggapan ini pun bila diikuti akan mempercepat kepunahan bahasa Aceh.

Bahasa Aceh sebenarnya sangat mudah, satu huruf saja bisa membawa anda kedunia lain tak tersesat dalam berbicara.

Gak percaya..???? Ini buktinya…

A = Kakak (a) –> “bek ka meupakee ngen a keuh!!!” (Jangan berantam dengan kakak mu!)

B = Iya (beh) –> “lon jak beh..?” (Saya pergi ya..?)

C = Bibi / Paman (cek) –> “Cek, pajan neujak keunoe?” (Paman, kapan kesini ?)

D = Adik (De’) –> “D, lon galak gata” (Adik, saya suka kamu)🙂

E = Naik (ek) –> “Bek ka e keunan..” (Jangan naik kesitu)

F = Capek (ffff) –> “ffff…..” (helaan nafas kecapaian)

G = Gam / Ganja / Gajah , Aceh memang terkenal dengan 3G itu –> “Peu jih awak G” (Apa dia orang G)  Bahasa Intelijen, Mafia, dan juga Pawang gajah….hehehe…jadi jarang orang paham….

H = Heran … (hah..??) –> “Hhhm..peu beutoi nyan??” (Hah..peu beutoi nyan.??)

I = Air –> “Jak tajak jeb i!” (yuk kita minum air!)

J = Yaaaa (je) –> “Jeeeee….. hana meumpeu lee” (Yaaaa…entah apa pun)

K = Sudah (ka) –>“Peu ka troh??” (Apa sudah sampai ??”)

L = Lagi (lom) –> “Jak Lom u Jawa!!” sering disingkat JLUJ (Pergi lagi ke Jawa)

M = Bergumam (mmmm) –> “mmm…. ka bereh meunyoe meunan” (sambil bergumam..Bereslah kalau begitu…

N = Suara Motor (nnnnn) –> “nnnnnn…..nnnnn….nnnnn….” (suara derum motor)

O = Bohong (o) –> “Bek lee that o keuh!!” (Jangan banyak kali bohong kau!!)

P = Pengobatan (p) “Jih ciet awak P” (Dia memang orang pengobatan) (Di beberapa daerah di luar Aceh, khususnya di Pulau Jawa, banyak pemuda-pemuda Aceh yang membuka semacam pengobatan tradisional tanpa operasi dan injeksi, mereka mengenalkan dirinya cukup dengan P, terkait fenomena ini, akan coba di ulas pada waktu yang akan datang)

S = Dingin (es) –> “Bang, S kosong saboh” (Bang, es kosong / air es dingin satu)

T = Titel ( Teuku / Tabib) –> T. Ryan (Teuku Ryan); T. Umar (Teuk Umar); T. Romi (Tabib Romi)

U = kelapa –> “U nyan u riek” (Kelapa itu kelapa yang tua)

W = Jalan2 (w2t) –> “wet-wet team” (team jalan-jalan)

X = Cuak –> (dulu, lambang X di rumah-rumah warga aceh indikasi dari Cuak / intel, perlakuan ini merupakan sebuah aksi propaganda oleh pihak-pihak tertentu)

Z = Tidur (zzzzZzzZ…ZZzz….) –> “ka beh, ka meu Zzz…zzz…nyoe” (Sudah yaa, sudah mau tidur nih)

Begitulah, sedikit bukti lagi, sebuah contoh dalam kalimat yang dalam bahasa Indonesia cukup panjang “Wahai Ismail, mau kemanakah engkau pergi hari ini??, dalam bahasa Aceh, kalimat tersebut cukup “Ho ‘e??”, cukp singkat bukan…. nah..Ayoo berbahasa Aceh !!! Berbahasa Aceh lah !! (emang namaku Dollah!!)

Begitulah, sedikit yang saya sampaikan, jika ada yang terasa agak maksa, maklumlah karena ini tulisan keudee kupiee yang penuh dengan imajinasi tapi tak ada yang intimidasi.

Tabik,….


23 comments

  1. Aceh dari zaman dahulu terkenal dengan kosmopolitannya, shg ia sgt rentan perubahan… Bahasa adl yg paling rentan berubah🙂

  2. Romantisme masa silam tengkuputeh🙂

    Menarik tulisan ini, sangat menohok, seharusnya kita bangga berbahasa aceh.

    ah saya ada pengalaman menarik ini, pengalaman dari seorang kawan, saat kunjungan ke luar negeri, kebetulan mereka2 ini orang Aceh (orang Aceh pinter2), mereka kalau ingin membicarakan hal-hal yang bersifat rahasia mestilah tidak menggunakan bahasa inggris, tapi tetap menggunakan bahasa Aceh, dan anehnya, di sana ada orang Indonesia juga, karena mereka tidak paham bahasa Aceh, mereka sangka kawan2 tadi bukan dari Indonesia, meski tipikal wajah mereka berwajah Asia.

    Maka berbanggalah dengan bahasa Aceh :d

  3. aku 3 tahun di banda aceh, kesulitan untuk belajar bahasa aceh. entah kenapa aku merasa cengkok dan logatnya sulit untuk aku ikutin.

    atau bisa jadi karena aku emang punya masalah dengan bahasa paling :))

  4. hahahaha…. Mas Dudi…santai aja…ntar pas aku pulang ke Aceh ku Train deh…. btw, aku dah 10 tahun di Malang jga gak lancar2 banget kok….

  5. Wah, aku juga udah setahun di Aceh belum bisa juga bahasa Aceh… Katanya harus banyak makan sayur pli’ u ya biar bisa… (sory kalo salah eja)

  6. lung pengen x bisa bahasa aceh. tp belajar sama siapa ya…? ad yg mau ngajarin ngga?

  7. Biar ga pas banget ama rasa kopi asalnya… Paling tidak kerinduan akan kopi kampung aceh sedikit terobati lah…. Bwt ku sih cukup terasa lah aroma Kopi Pak Cik Abin… Cobain deh

  8. aku wong jowo
    pengen bisa bahasa aceh, dayak, makassar, madura, sampe papua
    kali aja ada yg bisa bantu saya🙂
    bisa dm ato folo @joejavarta
    salam buat saudaraku semua senusantara

  9. Kalo bahasa acehnya “setelah ini mau kemana dan ngapain?” Apa ya sob,tlg ksh tau ya abi,sy jg tertarik dgn bahasa aceh dan pgn bisa. Minta bantuannya ya,makasih.

  10. Buat Imah …Kalo bahasa acehnya “setelah ini mau kemana dan ngapain?” Apa ya sob,tlg ksh tau ya abi,sy jg tertarik dgn bahasa aceh dan pgn bisa. bahasa Aceh nya ” Menyo ka lheuh nyo ho jak lom, dan puenyan” mohon diperbaiki kalau ada kata-kata bahasa aceh yang lebih halus lagi

  11. sya ska bdaya aceh…sya orang jwa tp sya kgum dengan orang aceh yng ramah dan murah senyum. selama hmpir 2 thun disana sya merasa seperti rumah sendiri bhkan anak sya pun lahir disana…dan anak sya yng besar mampu berbahasa aceh walau tdak smua bsa. salam tuk warga bireuen…tepatny belakang terminal bireuen….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s