LIPUTAN : Bantengan Nuswantara 2009

 

Bantengan Nuswantara 2009

Bantengan Nuswantara 2009

Kesempatan libur 2 hari di pekan kemarin ini benar-benar saya pergunakan untuk mengembangkan hobi saya di bidang fotografi, kebetulan juga seminggu sebelumnya, seorang teman mengirim kabar, minggu (08/03) akan diadakan Bantengan Nuswantara di Kota Batu – Jawa Timur. Singkat kata, akhir pekan sudah saya rencanakan untuk ikut serta di event budaya yang juga menyusupkan acara hunting dan lomba foto bertema kegiatan ini.

Bantengan Nuswantara sendiri seperti tersebut di official blog panitianya merupakan sebuah bentuk pelestarian budaya bangsa khususnya daerah Jawa Timur. Seni bantengan merupakan salah satu aset budaya bangsa, sebuah simbol kerakyatan yang telah hadir sejak jaman nenek moyang. Sebagai suatu penghargaan terhadap kekuatan kedaulatan rakyat kecil. Bisa kita bayangkan, sosok banteng yang kuat, didukung dengan otot yang kekar, tanduk yang tajam, dan tendangannya yang mematikan, merupakan simbolik eksternal tentang kekuatan rakyat, namun demukian banteng tetap memakan rumput.

Banteng-banteng an

Banteng-banteng an

Dalam event ini tidak ada banteng sebenarnya yang turun ke jalanan kota Batu sejauh 3 km sebagi rute event tahunan di Kota Batu ini. Banteng di event ini diperankan oleh 2 orang yang terbalut dengan kain hitam yang saling beriringan. Yang bag depan bertugas memegang kepala banteng yang telah disiapkan dari ukiran kayu sedang bagian belakang dipasangkan sejenis ijuk yang menandakan ekor banteng.

Ada kalanya 2 orang berlaku layaknya banteng yang kesurupan yang menyeruduk kesana-kemari, apabila ini terjadi orang-orang yang bertugas memegang tali dan cemeti harus siap dengan sigap memegang erat agar banteng “jadi-jadian” ini tidak menyeruduk kearah penonton yang berjubel di kiri kana jalan.

MISTIS SELAMA ACARA

Event bantengan selayaknya jaran kepang (salah satu budaya di Jawa Timur lainnya), seperti biasa memang kuat bernuansa mistisnya. Kalau jaran kepang biasa dengan makan belingnyal, para peserta yang berlagak selayaknya banteng ini kebanyakan sudah dimasuki roh halus, sehingga sering bertingkah tidak karuan (kejang-kejang, mulut berbusa, berguling-guling di kubangan jalanan, bahkan ada yang sampai makan arang dan dupa yang terbakar).

Sebelumnya, ketika minggu pagi, kota Batu sempat diguyur hujan lebat, ketika acara akan segera di mulai, panas terik lah yang terjadi sampai acara selesai di siang hari. Salah seorang rekan photographer berujar, “wahhh…. Pawangnya dah mulai beraksi nih…”.   

Makan Ayam

Makan Ayam

Tidak hanya bantengan sebenarnya yang ditampilkan di event kali ini, ada juga performance art yang memukau, semisal silat tangan kosong, aksi tenaga dalam, dan yang paling memukau menurut saya adalah aksi peserta yang memakan ayam hidup-hidup.

Itulah beberapa kesan mistis yang dapat saya tangkap, yang Alhamdulillah tidak mengganggu proses pengambilan gambar oleh saya, sempat was-was juga sebelumnya ketika asyik mengambil gambar saya diseruduk banteng atau dijejalkan ayam mentah oleh peserta-peserta yang kebanyakan sudah tidak mengenal dirinya lagi ini.

Beberapa liputan dalam bentuk foto yang sempat saya ambil ketika acara ini berlangsung bisa di lihat di GambaGalakGalak 


8 comments

  1. Gambarnya nice bang…😀

    Salam kenal ya …😀

    Sudah kumpulin karya kan bang ke panitia?

    Sukses dan mari terus berkarya..😀

  2. Gambarnya bagus bagus..

    salam kenal bang,, saya dari SCOPE,

    berarti kita sama-sama hunting foto waktu Bantengan kemaren…

    thx


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s