Pelangi di Coban Pelangi

Jangan Salah Arah

Jangan Salah Arah

Hari ini, setelah beberapa bulan tidak kembali ke alam, akhirnya berangkat juga untuk melihat betapa indahnya alam ini. Alhamdulillah, cuaca juga tak terlalu panas untuk sebuah perjalanan yang jauhnya sekitar 40 km dari Malang.

Kali ini, tujuan nya ke salah satu objek wisata yang telah lama kudengar tentang fenomenanyam namun belum kesampaian juga untuk berkunjung kesana.

Perjalanan kali ini ke arah selatannya Kota Malang. Tepatnya ke Coban Pelangi. Yang berada di kaki pegunungan Bromo, meski jaraknya tidak terlalu jauh apalagi dengan menggunakan motor, namun karena kondisi jalan yang menanjak, otomatis sekitar satu jam juga perjalanan ke wana wisata yang terkenal dengan air terjun-nya itu.

Melalui Pakisaji (salah satu kec. di Malang) kemudian memasuki Kota Tumpang, perjalanan terus menanjak sampai di gerbang wana wisata Coban Pelangi. Kira-kira, jika terus melanjutkan perjalanan, sekitar 20 km lagi kami akan sampai di pemukimam suku tengger yang menjadi ‘penguasanya” gunung Bromo.

Oh yaa… sampai di Tumpang, kami sempatkan untuk singgah sebentar ke Candi Jago, sekitar 200 m dari jalan raya Tumpang. Candi Jago ini sendiri merupakan sisa-sisa dari peninggalan Kerajaan Singasari dulunya. Tidak terlalu besar sih jika dibandingkan dengan Candi lainnya, namun pahatan di batu-batu yang tersusun menjadi candi tersebut tentu memiliki jalur cerita tersendiri.

10 menit di Candi Jago, setelah di rasa cukup untuk mengambil beberapa photo, perjalanan kami lanjutkan.

Sesampai di gerbang wana wisata Coban Pelangi, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki, perjalanan di jalan setapak yang kadang sudah tersedia anak tangga, dan sebagian lainnya masih beralaskan tanah yang cukup riskan jika musim hujan.

Perjalanan naik-turun di jalan setapak ini dan di apit oleh rimbunnya hutan ini berjarak sekitar 800 meter hingga kami benar-benar sampai di….  Subhanallah…..Alhamdulillah… air terjun Coban Pelangi. Lokasi yang kami tuju.

Tidak terlalu banyak memang hari ini orang yang berkunjung ke Coban Pelangi, namun “bergabung” dengan alam dengan fenomena nya tersendiri tentu saja tidak butuh orang banyak bukan. Terpaan butir-butir air ke wajah yang jatuh dengan suara yang khas sungguh bisa menghilangkan keraguan bahwa kami hanya beberapa orang saja di tengah hutan, dan tebing di sisi-sisi kami menjulang tinggi.

Dan akhirnya, fenomena yang kudengar tentang Coban Pelangi terjawab sudah akhirnya, setelah benar-benar sampai di lokasi, secara kasat mata, ku ketahui juga kenapa air terjun ini dinamakan Coban Pelangi (red. coban dalam bahasa Jawa berarti Air Terjun).

Pelangi di Coban Rondo

Pelangi di Coban Rondo

Sekali lagi, secara kasat mata, sepanjang sinar matahari menembus hutan di sekitar ini dan menerpa ke air terjun yang jatuh dari ketinggian 75 meter-an, akan terlihat pelangi yang sangat indah, ya… anda akan melihat pelangi yang melengkung di bagian bawah air terjun tersebut. Sehingga tidak salah lah dinamakan demikian air terjun ini. Benar-benar ada Pelangi di Coban Pelangi. 

Gambar lainnya bisa dilihat di GambaGalakGalak


One comment


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s