October 9, 2009 by m1qbal
Berkesempatan menjejak di Magetan, salah satu kota di Jawa Timur. Inilah kunjungan pertama di Magetan. Sungguh benar, pengalaman pertama akan sesuatu pasti membawa sebuah kenangan. Dan inilah yang saya rasakan pada 07 Oktober 2009 berkunjung ke kota yang berbatasan dengan Madiun ini.
Sayangnya, karena berkunjung dalam rangkaian tugas kantor, tidak sempat merekam roda kehidupan di kotanya. Satu hal yang dapat ditangkap, gerak kota ini sedikit melambat di pagi hari, jam 6 pagi kota yang di siang hari terasa menyengat ini, belum menampakkan aktivitas yang berarti.
Di sela tugas kantor, sempat juga mengabadikan keindahan panorama Magetan, alhamdulillah juga, kondisi langit sangat mendukung.

Sungguh cuaca yang panas, tapi indah….

Magetan yang berhawa panas, namun juga mampu menghadirkan pemandangan yang indah…

Bergeser sedikit, menuju daerah yang hawanya lumayan sejuk, Sarangan….

Dari ketinggian lebih kurang 2317 dpl ini, yang memiliki objek wisata Telaga Sarangan, hampir seluruh Kota Magetan terlihat dengan sangat indah sekali.

Begitulah sedikit suasana Kota Magetan, namun hanya dari pemandangan alam. Mungkin, suatu waktu kehidupan dan gerak langkah di jalan-jalan Mota Magetan yang akan terekam.
Posted in Fotografi, Liputan | Tagged Kota Magetan, Photography Landscape, Telaga Sarangan | 1 Comment »
October 5, 2009 by m1qbal
limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan limaoktoberduaribusembilan
Posted in Broih Putoih | Tagged ultah | Leave a Comment »
September 26, 2009 by m1qbal
Lebaran telah tiba, Alhamdulillah pada tahun ini diberi kemudahan oleh Nya untuk dapat merasakan Idul Fitri bersama keluarga. Meski tak di kampung halaman, tapi cukuplah untuk merasakan indahnya kebersamaan bersama keluarga.
Melalui Bandara Juanda – Sidoarjo, tanggal 18 September perjalanan “mudik” dilakukan. Mudik sendiri seakan menjadi pelengkap dalam berlebaran. Mudik telah menjadi budaya tersendiri di Indonesia. Dan, suasana mudik itulah yang coba direkam dalam postingan kali ini. Rekaman yang dilakukan sambil menunggu keberangkatan.
Menunggu keberangkatan, kegalauan seakan menyeruak diantara rasa kangen dengan keluarga.

Menunggu dan terus menunggu, menanti seakan waktu ini begitu lama berganti.

Semuanya memiliki keinginan dan tujuan yang sama. Bergerak cepat mengejar sang waktu

Dan, terus bergerak… menjadi sebuah rutinitas tahunan…..

Dan ternyata, rutinita ini bukan hanya milik kita……

Luangkan waktu sejenak, menuju kebrangkatan, sekedar mencari berita terbaru atau sekilas saja

Dan, senja pun datang, ketika suara takbir bergema, semuanya larut dalam sebuah kemeriahan hari kemenangan.

Thanks Capt, kami telah sampai di tujuan, kembali berkumpul dengan keluarga.

Sebuah catatan lensa dalam perjalanan mudik Juanda – Soetta.
Foto lainnya bisa dinikmati di GambaGalakGalak
Posted in Fotografi, Liputan | Tagged Bandara Juanda, Fotography, Mudik Lebaran | 4 Comments »
September 9, 2009 by m1qbal
Sudah lama diketahui, Batu, yang berjarak sekitar 15 km dari Kota Malang – Jawa Timur menjadi salah satu tempat favorit untuk berwisata. Saban Sabtu dan Minggu, dipastikan ribuan wisatawan baik dalam dan luar negeri berkunjung ke Kota yang berhawa dingin yang juga dikenal dengan Kota Apel ini.
Tak terhitung objek wisata yang tersedia di Kota Batu. Mulai dari wisata alam, wisata pertanian, dan wisata hiburan bertebaran di kota ini.
Setahun yang lalu, tempat wisata di Kota Batu pun bertambah. Kali ini pun dengan konsep yang bisa dianggap baru untuk urusan negeri kita. Wisata di Malam hari, dan di buka lah Batu Night Spectaculer yang disingkat BNS.
Namanya juga wisata malam hari, tempat wisata ini buka setiap hari mulai jam 15.00 sampai tengah malam.
Wahana yang menjadi favorit anak-anak dan kalangan dewasa pun tersedia di sini. Tentu saja dengan harga tiket yang sangat terjangkau. Murah meriah.

Juga tersedia taman lampion yang penuh warna
Benar-benar wisata malam yang menyenangkan….. penuh warna dan tentunya ceria…
Sungguh sebuah tempat wisata malam yang menyenangkan….

Foto lainnya terkait wisata malam di BNS bisa jalan-jalan ke HabaGalakGalak
Posted in Fotografi, Liputan | Tagged Batu Night Spectaculer, Fotografi, Wisata Kota Batu | 1 Comment »
September 6, 2009 by m1qbal
ramadhan tlah beranjak ke angka 17…………
masih tersimpan rapi alquran bahkan pun masih berdebu di pojok lemari itu
masih terlipat rapi sajadah, sarung, dan peci-peci berbordir itu
masih tersampul coklat ungu buku-buku agama yang kugandrungi dulu….
ramadhan tlah sampai di pertengahan………….
masih saja kaki tak melangkah menuju rumah Mu
masih saja dahi ini tak membilang rakaat tarawih
masih saja tangan ini tak mengadah mengharap ampunan Mu
ramadhan tlah akan berakhir……..
yang ramai hanya televisi yang menampilkan artis mendadak suci
yang ramai hanya radio dengan syair-syair lagu yang mendadak gambus
yang ramai hanya jalanan dengan penjual takjil yang hampir bugil
ramadhan ini benar-benar sepi…..
ditemani perut yang lapar
ditemani kerongkongan yang dahaga
ditemani nafsu yang terbelenggu
ramadhan kali ini benar-benar sepi…..
akankah berarti..???
Posted in Puisi | Tagged puisi ramadhan | Leave a Comment »
August 25, 2009 by m1qbal
Disaat sekarang, sangat susah mendapatkan hiburan rakyat yang benar-benar merakyat. Merakyat dalam artian murah, meriah, dan berada di sekitar rakyat kebanyaan.
Sangat jarang kita temui hal tersebut disaat semua diatur oleh uang, kemewahan, dan gedung-gedung tinggi yang seakan membatasi kita untuk bergerak.
Beruntung, mendapat kesempatan memotret suasana hiburan pasar malam di Gondanglegi, sebuah Kota Kecamatan di Kabupaten Malang.
Pasar malam yang penuh dengan arena ketangkasan rakyat.
Juga ada kumidi putar yang sangat di gandrungi oleh anak-anak.
Semua berputar dengan kecepatan yang tinggi namun keselamatan menjadi prioritas yang utama.
Hanya dibawah terpal yang berwarna. Tanpa AC ataupun tembok yang kokoh.
Namun atraksi tong setan pun berlangsung dibawahnya. Tak banyak logika yang dapat berbicara untuk menjelaskan keberanian aksi ini. Namun inilah yang menjadi primadona di sebuah pasar malam.
Benar-benar aksi yang menegangkan dan menakjubkan.
Sungguh semuanya mampu berbaur dalam pasar malam hiburan rakyat yang mulai terkikis oleh modernisasi yang semakin menyerang kita.
Semoga hiburan rakyat yang murah meriah namun mampu memberikan keceriaan bagi semua kalangan tak terkikis oleh waktu.

Posted in Budaya, Liputan | Tagged Canon Eos 1, CANON EOS 1000d, Foto, Kumidi Putar, pasar malam | 2 Comments »
August 24, 2009 by m1qbal
Mie Aceh memang tak sekenal rendang balado dari Padang, atau Sate Madura, ataupun Nasi Rawon yang gampang di temui dimanapun.
Mie Aceh seakan meng-exclusive-kan diri dibandingkan dengan makanan-makanan lainnya. Sehingga, wajar sampai saat ini masih banyak yang belum pernah mencicipi mie yang memiliki rasa yang khas karena adanya rempah-rempah yang kaya dalam proses pembuatannya.

Namun, sejak tahun 2004, seingat saya, Mie Aceh Blok M (salah satu mie Aceh yang berpusat di Jakarta) sudah merambah Pusat Perbelanjaan Carefour di Surabaya, dan penggemar mie Aceh ternyata banyak juga.
Di Malang sendiri, sudah sejak lama kehadiran mie Aceh sudah lama dinantikan. Baru-baru ini, sebuah ruko yang dikelola oleh Agung Group, spesial makanan dari timur tengah menyuguhkan di daftar menunya Mie dan Nasi Goreng Aceh. Akhirnya meluncurlah ke TKP.
Dengan kondisi grand opening, dan interior yang yg menawan, suasana nya sungguh santai.
Terkait dengan rasanya, ini yang ingin sedikit saya ceritakan. Mie Aceh memang terkenal dengan kekayaan rempah-rempah yang kuat di lidah. Rasa yang eksotik membuat siapa saja yang pernah merasakannya pasti akan ingin kembali mencicipinya.
Dengan harga Rp. 7000 , sudah cukup untuk anda mencicipi Mie Aceh yang kalau dari rasa masih sedikit berbeda dari Mie Aceh yang biasa di jual di Aceh atau pun yang langsung di jual oleh orang Aceh sendiri.

Namun, karena sudah lama tak mencicipi mie Aceh, kandas juga deh. Semoga kedepan akan tersedia Mie Aceh yang lebih maknyuss…

Ludes…ludesssss…..
Posted in Liputan | Tagged Kota Malang, Kuliner Aceh, Mie Aceh | 2 Comments »